Dunia Puisi - koleksixx.bengkelcargolift.com

Sabtu, 06 Januari 2024

Tentang Kami

 Tentang Kami 

kami di sini hanya pribadi yang belajar SEO search enggenering optimasi ,blog yang sederhana yang bisa tembus kata kunci tertentu supaya menjadi blog yang sering nangring di halaman utama google 

maksud dan tujuan selanjutnya bagaimana mendapatkan trafik ,backlink dan yang terakhir adalah pendapatan baik dari jasa backlink atapun adsense jika di terima 

untuk pasang backlink bisa Hubungi kami pribadi di saifudin.hidayat@gmail.com 

dan sebatas postingan dari custamer yang pasang backlink sengan syarat dan ketentuan 

  1. Tidak melanggar aturan norma yang ada 
  2. Tidak melaggar aturan Bangsa dan Negara 
  3. Tidak melanggar Aturan Google dan partner
  4. Sepakat dengan pembayaran yang ada 
  5. Keputusan ini tidak dapat di ganggu gugat di manapun berada 
kunjungi halaman kami selanjutnya di 

saifudinhidayat.exblog.jp

Hujan | Puisi

 


Kau terlalu
pintar membuat rindu



Kau datang di
antara gerimis dan malam,



Malam semakin
mendayu



Entah kapan rindu
pulang ketempatnya



 



Betapa perihnya
malamku



Kertas berserakan
di meja,



Bolpoin entah dia
pergi ke mana



Tak ada satu
katapun yang tertulis



di antara serakan
kertas,



Di kepalaku hanya
ada satu kata



Rindu pulanglah



 



Rindu tak perlu
kita saling berdebat,



Kau juga percaya
kan,



bahwa kita sama
sama rindu?



Adakah alasan
yang cukup



Bahwa kau tidak
rindu padaku?



Bukankah kita ini
serukan sore dan senja?



 



Gerimis datang
mengguyur kota



Lihatlah di
jendela kamarmu,



Di penghujung
pengharapan,



Aku berharap
cinta mu lah



Yang melihat anak
anak kecil



Yang nakal
berlarian di ruang tamu



Dan kita saling
tersenyum 


Perihal hati | Puisi

 



Perihal hati
Aku bukanlah
orang yang begitu saja acuh akan perasaan
Juga bukan
tipikal orang yang hanya datang begitu saja
Bukan hanya
datang lalu menyapa
Bukan tentang
segenap rasa yang telah tercurahkan
 
Perihal rasa
Rasa ini begitu
saja hadir
Tanpa mengharap
balasan darimu
Tanpa mengharap
sapaan darimu
Tanpa tatapan
sejuk darimu
 
Perihal luka
Pernah terasa,
saat kutahu bahwa hatimu bukan untukku
Curahkan
harapanmu bukan denganku
Sempat kuingin
menggapaimu
Menyelipkan nama
dalam setiap doa-doaku
Disepertiga
malamku
Namamu adalah
harapanku





































Keajaiban Doamu | Puisi

 


Aku hanya bisa
menutup netraku



Menikmati setiap
detik keajaiban yang kau berikan



Aku hanya bisa
terdiam



Merasakan setiap
detik hidupku lebih berarti



 



Setiap Mantra dan
Keajaiban



Yang kau sihirkan
padaku



Terasa Lebih
merasuk kedalam jiwa



Setiap kalimat
dan huruf



Yang terlantun
dari bibirmu



 



Menjadi kata-kata
penyemangat dalam hidupku



Terasa  lebih berarti semenjak kau hadir dalam
duniaku



Setiap apa yang
kau lakukan



Menjadi keajaiban
tersendiri



dalam Fantasiku



 



Kaulah pelangi
dalam hidupku



Yang slalu
memberi warna dan keajaiban



Disetiap detak
denyut nadiku



Teruntuk namamu.


Kau Lupa | Puisi

 


Kau lupa,
ada beberapa serpihan hatiku yang terlanjur melekat padamu



Diam, dan
tinggal jauh di dalam sudut kenangan yang paling dalam



Tanpa
sekalipun mencoba muncul, kembali ke permukaan



Sebab dia
sadar, bahwa ada hati lain yang sedang kau perjuangkan



 



Kau
bangga-banggakan, dengan segala keyakinan yang seolah-olah tak terbantahkan



Aku hanya
bisa diam, dan ikut tersenyum melihat tingkah kekanak-kanakanmu



Saat kembali
jatuh cinta



 



Yaa mungkin,
ini sudah yang kesekian kalinya,



Kau
bercerita tentang seseorang yang memperlakukanmu sebagai raja



Kucoba untuk
menyunggingkan senyum paling manis agar kau tak melihatku terluka



Kubasuh air
mataku dengan canda paling asik dan tawa paling renyah yang ku punya



 



Tak apa-apa,
aku sudah terbiasa mencintaimu dibalik awan



Membiarkanmu
terbang bebas tak beraturan



Menghiburmu
kala hatimu terbentur pada kerasnya kenyataan



Tetaplah
seperti itu



Sebab
bahagiamu adalah goresan luka termanis yang akan selalu kurindukan